Arsip untuk Januari, 2008

Kelayakan Kompensasi Perdagangan Karbon

Posted in Makalah on Januari 31, 2008 by Abdul Razak

bagaimana kelayakan  bagi negara Indonesiakompensasi perdagangan karbon

Peranan Wetland dalam Pengelolaan DAS

Posted in Makalah on Januari 30, 2008 by Abdul Razak

Potensi Lahan Basah (wetland) di Indonesia cukup tinggi, apa manfaat dab fungsi Wetland dalam pengelolaan DAS…. Peranan Wetland dalam Pengelolaan DAS.pdf

Sifat dan Karakter Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Alam

Posted in Makalah on Januari 30, 2008 by Abdul Razak

Pemahaman Sifat dan Karakkter ODTW Alam.pdf mutaltlak diperlukan dalam pengelolaan wisata khususnya Ekowisata, guna penyusunan strategi pengembangan ODTW dalam suatu kawasan wisata

Pengembangan SDM Daerah dalam menyambut MDG’s

Posted in opini on Januari 28, 2008 by Abdul Razak

Salah satu yang ingin dicapai dalam tujuan pembangunan millinium “Millenium Development Goal’s” (MDG’s) yaitu peningkatan teknologi yang berbasis sumberdaya manusia, dan itu juga tertuang dalam agenda riset nasional dengan rentang pencapaian 2005 – 2009.
Bagaimana daerah menyambut ini, tentunya perlu mempersiapkan program-program pengembangan SDM yang mantap. “The right man on the right place” juga sudah harus dibenahi, guna mendukung pencapaian tujuan nasional ini. penguatan SDM (Sumber Daya Manusia), memang mutlak diperlukan dalam rangka pengelolaan sumberdaya alam. transfer teknologi yang berkembang pesat terkadang tidak diimbangi efektifitas SDM yang mengelola, sehingga teknologi tersebut terkesan sia-sia.
banyak program-program pembangunan yang terkesan sia-sia, karena tidak adanya kesiapan SDM pelaksananya. baik itu yang bersifat “Top Down” maupun “Bottom Up”. Top down jelas terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sedangkan bottom up, cenderung masyarakat sendiri belum siap dengan piranti pelaksanaan dikarenakan keterbatasan SDM.
salah satu kegagalan dalam pengelolaan SDA adalah belum adanya kesiapan SDM yang tangguh didalam setiap bidang. apakah perlu kita pertanyakan bahwa SDM yang disiapkan oleh sekolah2 atau perguruan tinggi telah siap dalam dunia kerja?… ya.. siap untuk di bina, siap untuk di latih kembali, agar ilmu yang didapat lebih ditempa.
namun bagaimana jika ilmu yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan bidang pekerjaan yang mereka geluti.
fenomena ini telah berkembang di negara kita. apakah jawaban klise” sulit mencari lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian” menjadi jawaban.
Mari kita tinjau kembali rekruitmen tenaga kerja dengan mengembalikan fungsi “The Right men on the rigth place”, sehingga SDM yang ada benar-benar dibutuhkan dan dapat dimaksimalkan. ini hanya opini saya, sebagai warga negara, yang tidak ingin melihat negara yang kaya raya akan SDA, namun salah didalam pengelolaannya.

Abdul Razak. Jogja

AGROFORESTRY, UPAYA KONSERVASI TANAH DAN AIR DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

Posted in Makalah on Januari 16, 2008 by Abdul Razak

Akankah agroforestry dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan lahan di wilayah hulu DAS, ….blog-agroforestry.doc

Kegiatan Pembangunan, Dalam Konteks Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kabupaten Sarolangun.

Posted in opini on Januari 6, 2008 by Abdul Razak

 

A. Pendahuluan

 

Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Sarolangun adalah Kabupaten pemekaran sejalan dengan Otonomi Daerah tingkat II. Dalam usiannya yang masih muda tentunya banyak hal yang harus dibenahi dalam kapasitasnya sebagai sebuah kabupaten.

Sebagai sebuah kebupaten pemekaran, tentunya masih banyak potensi-potensi yang belum dimaksimalkan, dengan tingkat ketergantungan terhadap dana keproyekan yang cukup besar. Demikian juga halnya akan inventarisir prioritas pembangunan yang akan dijalankan cenderung belum mengakomodir arus bawah (bottom Up). Selanjutnya masih banyak pula sub sektor pembangunan yang perlu dibenahi untuk menciptakan kemandirian dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.

 

B. Kegiatan Pembangunan

 

Sejalan dengan aktivitas sebuah kabupaten yang baru didirikan, kegiatan pembangunan disegala bidang terus digiatkan. Kegiatan pembangunan tersebut tertuang dalam berbagai proyek yang dialokasikan pada masing-masing instansi terkait. Gedung-gedung sekolah dibangun dalam rangka pembangunan di bidang Pendidikan. Sarana perkantoranpun didirikan guna aktivitas kegiatan pemerintahan didalam pelayanan publik. Dibidang kesehatanpun tidak terlepas dari kegiatan pembangunan berupa pembangunan Rumah Sakit, Puskesmas-Puskesmas. Pelebaran jalan, baik lintas maupun antar kecamatanpun telah dilaksanakan dalam rangka memperlancar arus transportasi, baik antar kecamatan, maupun desa-desa.

Dengan adanya pembangunan disegala bidang, maka bisa dimungkinkan Kabupaten Sarolangun kedepan akan sangat berkembang, karena infra struktur yang telah dibenahi lebih dahulu. Kondisi ini juga cukup kondusif bagi pihak investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Sarolangun, baik lokal maupun dari luar.

Keseluruhan gambaran yang penulis paparkan diatas adalah sekelumit kegiatan pembangunan yang ada didalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

C. Kesejateraan masyarakat

 

Menurut padangan penulis tolok ukur kemajuan suatu daerah disamping infra struktur yang telah tertata dengan baik, kesejahteraan masyarakat juga merupakan hal yang pokok. Kontek kesejahteraan masyarakat disini adalah terbukanya akses ekonomi bagi mereka secara berkesinambungan dan tidak hanya sesaat. Salah satu contoh kegiatan pembangunan jalan atau gedung perkantoran memang membuka peluang tenaga kerja tapi hanya bersifat sementara.

Hal-hal yang perlu dicermati dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat ini antara lain ;

 

1. Pengembangan potensi suatu wilayah

Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sarolangun cukup besar dan banyak untuk dikembangkan antara lain yang cukup dominan adalah pertanian, perkebunan peternakan dan lain-lain. Tantangan kita sebagai aparat pemerintahan adalah harus jeli melihat peluang atau potensi apa yang akan dikembangkan pada suatu wilayah.

 

2. Keseimbangan pembangunan

Keseimbangan pembangunan disini adalah adanya pembangunan infra struktur yang sejalan dengan pembangunan SDM. Bentuk-bentuk kegiatan meliputi, pelatihan-pelatihan baik aparat, maupun masyarakat. Dengan demikian apapun tekhnologi baru yang akan disampaikan akan seimbang dengan pengetahuan yang dimiliki oleh sipengguna tekhnologi dalam hal ini masyarakat.

 

3. Sinkronisasi Antara Bottom Up dan Top Down

Kesesuaian disini adalah kesesuaian antara bentuk kegiatan pembangunan (khususnya terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat) hendaknya disesuaikan dengan potensi wilayah yang ada dan kebutuhan masyarakat, sehingga kegiatan pembangunan yang ada tidak terkesan sia-sia atau sebatas keproyekan saja.

 

4. Penguatan Kelembagaan

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyukseskan pembangunan secara aplikatif di lapangan tentunya perlu wadah yang menangani hal ini pada masing-masing instansi. Kelembagaan diperlukan dalam rangka menentukan arah pencapaian kesejahteraan masyarakat, dimana dari sinilah potensi-potensi yang ada pada suatu wilayah akan muncul. Salah satu contoh adalah penguatan kelembagaan penyuluhan baik pertanian maupun kehutanan, dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dibidang tersebut.

 

5. Koordinasi lintas sektoral

Kurangnya koordinasi antar instansi dalam kegiatan pembangunan, menyebabkan tumpang tindihnya suatu kegiatan. Hal ini perlu dicermati didalam pembuatan suatu konsep rancangan pembangunan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan yang bermuara pada pemborosan anggaran pembangunan.

 

6. Penentuan Skala Prioritas Kegiatan Pembangunan

Hal ini terkait dengan kemampuan anggaran yang ada dengan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan. Parameter yang digunakan dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau bermanfaat bagi masyarakat.

 

D. Penutup

Dari uraian diatas dapat diambil gambaran bahwa pelaksanaan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dikatakan berhasil apabila ;

1. Terciptanya akses ekonomi bagi masyarakat dalam artian terbukanya lapangan kerja dan peluang usaha baru yang berkesinambungan.

2. Adanya pembangunan infra struktur yang selaras dengan kemampuan SDM yang ada dalam masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut.

3. Terkelolanya dengan baik potensi-potensi yang ada dalam suatu wilayah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Abdul Razak (2008)
a_razak77@yahoo.com